Tuesday, June 26, 2012

Membuat Peta Lereng dari data Kontur (ArcGIS 10)

Peta lereng banyak digunakan sebagi parameter dalam penelitian. Misalnya dalam penelitian bencana longsor, diperlukan data lereng, dalam arahan penggunaan lahan diperlukan data lereng, dsb. Pada saat kita memerlukan data tersebut, padahal yang kita miliki hanya data kontur maka kita dapat membuatnya sendiri.  bahan yang diperlukan, adalah:
  1. Data kontur (shp format)
  2. Klasifikasi lereng
Contoh pengkelasan lereng


Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Buka data kontur pada ArcMAP, pastikan projection sudah terdefine (projection dengan format UTM lebih baik karena ketelitian akan lebih tinggi)
  2. Buka tool Topo to Raster pada toolbox, convert data kontur vektor menjadi data raster
  3. Data raster yang telah di buat kemudian kita olah lagi menjadi data lereng dengan menjalankan tool slope pada 3D analyst
  4. Kelas yang terbentuk pada peta slope kemudian di kelaskan kembali dengan tool reclassify, masukkan kelas yang sudah kita siapkan sebelumnya
  5. Hasil dari reclassify merupakan peta lereng yang telah jadi dengan format raster, akan tetapi kebanyakan kita menggunakan data vektor, jadi langkah terahir adalah mengubahnya menjadi data vektor dengan tool "Raster to Polygon"
  6. Data lereng sudah siap digunakan untuk analisis.
Note: Jika tool yang kita gunakan tidak dapat dijalankan, pastikan extensi 3D analyst telah kita check.
Tutorial lengkap bisa di download disini

Thursday, June 7, 2012

Prof. Dr. Hartono, D.E.A., D.E.S.S

Kembali Fakultas Geografi UGM memiliki tambahan satu guru besar dibidang Ilmu Pengideraan Jauh, Prof. Dr. Hartono, D.E.A., D.E.S.S dikukuhkan menjadi guru besar di Balai Senat UGM pada selasa 5 Juni 2012. Beliau merupakan dosen tetap di Fakultas Geografi UGM, sempat menjabat sebagai dekan fakultas Geografi UGM dan saat ini (tahun 2012) tercatat menjabat sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana UGM. Beliau menyampaikan bahwa kebutuhan informasi geografi semakin tak terelakkan di Indonesia. Pentingnya informasi geografi untuk menjukkan keberadaan, distribusi, dan kualitas sumberdaya serta fenomena spasial guna mendukung pembangunan nasional di Indonesia. Akan tetapi informasi yang sedemikian penting tersebut belum dikelola dengan baik dan sistematis, multiskala, dan belum dijadikan sebagai dasar analisis utuh wilayah.
Prof Hartono memberikan judul pidato pengukuhan guru besarnya dengan "Penginderaan Jauh dan Aplikasinya untuk Sumberdaya dan Lingkungan". Pemerintah telah memeiliki iktikad baik dalam pengaturan informasi geografi. Hal tersebut ditunjukan dengan dikeluarkannya undang-undang yang mengatur infromasi geografi. Produk yang dikeluarkan antara lain PP 10/2000 tentang Ketelitian Peta Tematik Pendukung Tata Ruang, Perpres Nomor 85/2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional, UU Nomor 4/2011 tentang Tata Informasi Geospasial, dan Buku II Program Pembangunan Nasional Presiden SBY Periode II. Teknologi informasi geografi ini merupakan ujung tombak yang andal bagi peran dan kiprah ilmu geografi dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya. Semoga dengan bertambahnya SDM yang berkualitas di bidang Ilmu Geografi menjadikan ilmu geografi lebih baik dan lebih matang, sehingga dapat memberikan konstribusi yang lebih dalam pembangunan nasional.

Sumber Humas UGM/ika